Kentang atau potato atau irish potatoes sudah lama dikenal dan ditananm di berbagai negara. Menurut literatur, tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah.
Di Indonesia, kentang pertama kali
ditemukan pada tahun 1794 di daerah Cisarua, Cimahi (Bandung). Jenis kentang
yang ditanam di Cisarua diduga berasal dari Amerika Serikat, yang dibawa oleh
orang-orang Eropa. Varietas kentang yang pertama kali didatangkan ke Indonesia
adalah Eigenheimer. Pada tahun 1811
kentang sudah ditanam secara luas di berbagai daerah, terutama di pegunungan
(dataran tinggi) Pacet, Lembang, Panggalengan (Jawa Barat), Wonosobo,
Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu, Tengger (Jawa Timur), Aceh, Tanah Karo,
Padang, Bengkulu, Sumatra Selatan, Minahasa, Bali, Flores.
Dalam perkembangan selanjutnya, luas
areal tanaman kentang di Indonesia cenderung terus bertambah. Pada tahun 1969
areal kentang nasional seluas 14.770 hektar, tahun 1981 menjadi 30.278 hektar,
dan tahun 1991 mencapai 39.620 hektar. Data hasil survei pertanian produksi
tanaman sayuran di Indonesia (BPS,1991) menunjukka bahwa areal pertanaman
kentang terbesar di 22 provinsi, kecuali provinsi Riau, DKI Jakarta, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Meskipun luas areal dan produksi kentang
nasional terus meningkat, rata-rata hasil per hektar masih rendah. Hasil
rata-rata per hektar kentang di Indonesia pada tahun 1985 adalah 11,5 ton,
kemudian mencapai 12,0 ton (1986), 11,5 ton (1987), 10,7 ton (1988), 13,0 ton
(1989), dan 13,3 ton (1991). Potensi hasil kentang pada skala penelitian di
Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) ataupun di tingkat petani dengan
pemeliharaan intensif dapat mencapai 20 ton/ha – 30 ton/ha.
II. RUMUSAN
MASALAH
A. Bagaimana
Morfologi Kentang?
B. Apa
saja Varietas Kentang?
C. Apa
saja Manfaat dan Nilai Gizi Kentang?
III. PEMBAHASAN
A. Morfologi
Kentang
Dalam dunia tumbuhan,
kentang diklasifikasikan sebagai berikut.
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Tubiflorae
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum tuberosum L.
Kentang
(Solanum tuberosum L) termasuk jenis
tanaman sayuran semusim, berumur pendek, dan berbentuk perdu atau semak.
Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya satu kali berproduksi, setelah
itu mati.
Bagian-bagian
atau organ-organ penting tanaman kentang adalah sebagai berikut.
1. Daun
Tanaman
kentang umumnya berdaun rimbun dan letak daun berselang-seling mengelilingi
tanaman. Daun berbentuk oval sampai oval agak bulat dengan ujung meruncing dan
tulang-tulang daun menyirip seperti duri ikan. Warna daun hijau muda sampai
hijau tua hingga kelabu. Ukuran daun sedang dengan tangkai tidak panjang.
2. Batang
Batang
tanaman kentang berbentuk segi empat atau segi lima, tergantung pada
varietasnya. Batang tanaman tidak berkayu, namun agak keras apabila dipijat.
Batang kentang umumnya lemah sehingga mudah roboh bila kena angin kencang.
Warna batang umumnya hijau tua dengan pigmen ungu. Batang tanaman bercabang-cabang
dan setiap cabang ditumbuhi oleh daun-daun yang rimbun. Permukaan batang halus,
pada ruas batang tempat tumbuhnya cabang mengalami penebalan. Diameter batang
kecil dengan panjang mancapai 1,2 meter.
3. Akar
Tanaman
kentang memiliki sistem perakaran tunggang dan serabut. Akar tunggang dapat
menebus tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabutnya umumnya tumbuh
menyebar (menjalar) ke samping dan menembus tanah dangkal. Akar tanaman
berwarna keputih-putihan, dan halus berukuran sangat kecil. Di antara akar-akar
tersebut ada yang akan berubah bentuk dan fungsinya menjadi bakal umbi (stolon), yang selanjutnya akan menjadi
umbi kentang.
4. Bunga
Tanaman
kentang ada yang berbunga dan ada yang tidak, tergantung pada varietasnya.
Warna bunga bervariasi, yakni kuning atau ungu. Kentang varietas dasiree
berbunga ungu. Pada varietas cipanas, segunung dan cosima, bunga atau benang
sari berwarna kuning, putiknya putih. Pada tanaman kentang yang berbunga, bunga
tumbuh dari ketiak daun teratas. Jumlah tandan bunga juga bervariasi sedikit
sampai banyak. Kentang varietas cosima memiliki tandan bunga sampai 11 buah,
sedangkan varietas cipanas 7 buah. Bunga kentang berjenis kelamin dua. Bunga
kentang yang telah mengalami penyerbukan akan menghasilkan buah dan biji-biji. Buah
berbentuk buni dan di dalamnya berisi banyak biji.
5. Umbi
Umbi
terbentuk dari cabang sampai di antara akar-akar. Proses pembentukan umbi
ditandai dengan terhentinya pertumbuhan memanjang dari rhizome atau stolon yang
diikuti pembesaran sehingga rhizome membengkak. Umbi berfungsi menyimpan bahan
makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
Ukuran,
bentuk, dan warna umbi kentang bermacam-macam, tergantung pada varietasnya.
Ukuran umbi bervariasi besar dan kecil. Bentuk umbi ada yang bulat, oval, agak
bulat (bulat lonjong), dan bulat panjang. Umbi kentang dapat berwarna kuning,
putih, dan merah.
B. Varietas
Kentang
Varietas kentang dapat
digolongkan dalam tiga golongan berdasarkan warna umbinya.
1. Kentang
kuning, umbi kentang ini berkulit dan berdaging kunig. Contoh kentang ini di
antaranya adalah eigenheimer, patrones, rapan, dan thung.
2. Kentang
putih, kulit dan daging umbi kentang ini berwarna putih. Contoh kentang ini
antara lain Donata dan Radosa.
3. Kentang
merah, kulit dan umbinya berwarna kemerah-merahan. Salah satu contohnya adalah
Desiree.
Sedangkan dilihat dari segi umur
panennya, ada yang disebut kentang genjah (umur panen sekitar 2 bulan), kentang
sedang (umur panen sekitar 3 bulan), dan kentang dalam (umur panen sekitar 4
bulan). Selain itu, kentang juga bisa dikelompokkan lagi berdasarkan bentuk
umbinya, yaitu yang berumbi bulat dan lonjong; serta berdasarkan letak matanya,
yaitu dangkal dan dalam.
Adanya pengelompokan tersebut memudahkan
dalam mendeskripsikan macam-macam kentang yang ada. Walaupun demikian, masih
tetap sulit untuk mendeskripsikan semua varietas kentang yang ada di Indonesia.
Di bawah ini diuraikan beberapa varietas yang sempat diamati para peneliti.
a. Alpha
Tanamannya
berbatang kuat – sedang, daunnya rimbun, bunganya berwarna ungu, dan bisa
berbuah. Sangat peka terhadap penyakit Phytophtora
infestans dan virus daun menggulung. Namun, tanaman ini tahan terhadap
penyakit kutil.
b. Catella
Varietas
ini berbatang kecil, agak lemah, dan berdaun rimbun. Bunganya putih dan sulit
berbuah. Tanaman ini peka sekali terhadap penyakit Phytophtora infestans. Di daerah Pengalengan dan Lembang (Jawa
Barat), catella tidak tahan pada musim hujan (iklim basah).
c. Cosima
Batangnya
besar, agak kuat, dan daunnya rimbun. Bunganya berwarna ungu dan tidak pernah
berbuah. Tanaman agak tahan terhadap penyakit Phytophtora infestans, dan agak peka terhadap virus daun
menggulung. Di daerah Pengalengan dan Lembang (Jawa Barat), cosima lebih tahan
hujan (iklim basah) dibandingkan dengan catella.
d. Dasiree
Varietas
ini berbatang besar, kuat, berwarna kemerah-merahan; berdaun agak rimbun;
berbunga ungu; dan mudah berbuah. Tanaman peka terhadap penyakit Phytophora infestans, penyakit layu, dan
virus daun menggulung, tetapi tahan penyakit kulit.
e. Granola
Dari
data yang berhasil dikumpulkan, jenis ini merupakan varietas unggul karena
produktivitasnya bisa mencapai 30 ton per hektar. Dari jumlah ini, 20 ton
berkualitas baik (AB), 5 ton kualitas sedang (C), 4 ton kualitas TO (campur),
dan 1 ton kualitas rindil.
f. French
fries
Umbi
varietas ini ada yang memanjang dan ada pula yang membulat. Umbi yang memanjang
lebih cocok untuk pelengkap masakan ayam goreng (fast food), sedangkan yang membulat sangat tepat untuk kripik.
Varietas-varietas
lain di antaranya adalah Marita, Draga, Thung I, varietas yang ada di Junggo
(Batu, Malang, Jawa Timur), Diamant, cardinal, dan premire.
C. Manfaat
dan Nilai Gizi Kentang
Umbi
kentang memiliki manfaat yang sama dengan jenis-jenis sayuran lainnya. Zat-zat
gizi yang terkandung dalam 100 gram bahan adalah kalori 347 kal, protein 0,3
gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 85,6 gram, calsium (Ca) 20 mg, fosfor (P) 30
mg, besi (Fe) 0,5 mg, dan vitamin B 0,04 mg. Melihat kandungan gizinya, kentang
merupakan sumber utama karbohidrat. Sebagai sumber utama karbohidrat, kentang
sangat bermanfaat untuk meningkatkan energi di dalam tubuh, sehingga manusia
dapat bergerak, berpikir, dan melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. Di samping
itu, karbohidrat sangat penting untuk meningkatkan proses metabolisme tubuh,
seperti proses pencernaan, pernafasan, dan lain-lain. Zat protein dalam tubuh
manusia bermanfaat untuk pembangunan jaringan tubuh, seperti otot-otot, daging,
dan lain-lain. Sebagai sumber lemak juga dapat meningkatkan energi.
Kandungan gizi lainnya, seperti zat
kalsium dan fosfor bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi: zat besi (Fe)
bermanfaat untuk pembentukan sel darah merah (hemoglobin).
Kentang
sebagai bahan pangan yang bergizi dapat dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk
rebus, gorengan, aneka snack, bermacam-macam masakan sayuran (sup, gado-gado,
bistik, dan sebagainya.), bergedel, dan berbagai bentuk makanan lain yang
berbedar di pasaran.
IV. KESIMPULAN
Kentang
atau potato atau irish potatoes sudah lama dikenal dan ditananm di berbagai negara.
Menurut literatur, tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan dan Amerika
Tengah.
Dalam
dunia tumbuhan, kentang diklasifikasikan sebagai berikut.
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Tubiflorae
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum tuberosum L.
Bagian-bagian
atau organ-organ penting tanaman kentang adalah daun, batang, akar, bunga, dan
umbi.
Varietas
kentang dapat digolongkan dalam tiga golongan berdasarkan warna umbinya yaitu,
kentang kuning, kentang putih, dan kentang merah. Dan diuraikan juga beberapa
varietas yang sempat diamati oleh para peneliti yaitu, alpha, catella, cosima,
dasiree, granola, dan french fries. Varietas-varietas lain di antaranya adalah
Marita, Draga, Thung I, varietas yang ada di Junggo (Batu, Malang, Jawa Timur),
Diamant, cardinal, dan premire.
Kentang
merupakan sumber utama karbohidrat. Sebagai sumber utama karbohidrat, kentang
sangat bermanfaat untuk meningkatkan energi di dalam tubuh, sehingga manusia
dapat bergerak, berpikir, dan melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. Di samping
itu, karbohidrat sangat penting untuk meningkatkan proses metabolisme tubuh,
seperti proses pencernaan, pernafasan, dan lain-lain. Zat protein dalam tubuh
manusia bermanfaat untuk pembangunan jaringan tubuh, seperti otot-otot, daging,
dan lain-lain. Sebagai sumber lemak juga dapat meningkatkan energi.
Kandungan gizi lainnya, seperti zat
kalsium dan fosfor bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi: zat besi (Fe)
bermanfaat untuk pembentukan sel darah merah (hemoglobin).
V. PENUTUP
Demikian
yang dapat kami paparkan mengenai materi
yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. Kami sadar bahwa makalah ini
masih sangat jauh dari harapan, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya. Meskipun demikian, inilah karya maksimal yang dapat kami lakukan
hingga saat ini. Karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak
berharap para pembaca yang budiman bersedia memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini
berguna bagi penulis dan khususnya juga bagi para pembaca yang budiman.
DAFTAR
PUSTAKA
Samadi, Budi, 1997, Usaha Tani Kentang, Kanisius, Yogyakarta.
Setiadi, 2007, Kentang: Varietas dan Pembudidayaan, Penebar Swadaya, Jakarta.
Sukmana, Rahmat, 1997, Kentang, Budidaya dan Pascapanen, Kanisius, Yogyakarta.

Makasi kak
BalasHapus