Pesona Golden Sunrise di Bukit Sikunir, Dieng Kali ini perjalanan yang kami lakukan adalah mengexplore Dieng dan sekitarnya. Dieng meru...

Pesona Golden Sunrise, Sikunir Dieng.

Pesona Golden Sunrise di Bukit Sikunir, Dieng

Kali ini perjalanan yang kami lakukan adalah mengexplore Dieng dan sekitarnya. Dieng merupakan edisi perjalanan kami yang kedua setelah gunung Prau. Bagi saya, Dieng bukanlah sesuatu yang baru, namun karena perjalanan ini dilakukan dengan teman-teman, suasananya terasa lebih asik dan seru.

Seperti biasa, sebelum otewuusss (berangkat) kami kumpul-kumpul dulu di Pos (kostan saya yang selalu dijadiin halte sebelum berangkat). Personilnya masih tetep, hanya saja ada yang nggak bisa ikut. Setelah semua personil siap, kami langsung cuuss. Kami dari Semarang menuju Dieng melalui jalur Boja-Temanggung-Tambi-Kemudian lewat Wonosobo. Di tengah perjalan (di daerah Tambi) seperti biasa kami selalu menyempatkan untuk istirahat sejenak dan mengisi perut, namanya juga soal perut, siapa yang bisa nahaan. Hahaha. Kemudian Kami melanjutkan perjalanan. Namun, terjadi kendala, salah satu motor teman kami ada yang nggak kuat pas melewati tanjakan, maklum, tanjakannya tinggi sambil nikung, ditambah pas ditikungan kepergok mobil, akhirnya teman kami jatuh karena posisi nggak stabil. Tapi semuanya baik-baik saja, hanya lecet dikit. :-D
(Istirahat sejenak untuk mengisi perut :-D )
(Sambil nungguin teman kami yang baru saja jatuh dari motor, foto-foto dulu. Hihi)

Akhirnya setelah menempuh lika-liku perjalanan selama kurang lebih 4 jam, kami sampai juga di Dieng. Kami sampai di Dieng sekitar setelah Dzuhur dan langsung menuju ke kawah Sikidang. Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah di Dieng dengan bau belerang yang menyengat. Kawah ini airnya mendidih sekali dan kadang digunakan untuk merebus telur oleh para pengunjung. Merebus telurnya nggak dicemplungin langsung ke kawah lho ya, tapi dengan pancingan, jadi kayak orang mancing gitu. Biaya masuk kawah Sikidang tergolong murah kok, jika sepi kita cukup bayar parkir saja, jika rame ya palingan nambah ongkos masuk 5000+parkir. Murah sekali kan jika dibandingkan dengan keindahan alam yang kita dapat di sana. Kami tidak begitu lama saat mengunjungi kawah Sikidang, hanya sekedar berjalan di sekitar kawah kamudian naik ke atas bukit di dekat kawah, foto-foto bersama, istirahat, kemudian lanjut perjalanan selanjutnya. Mengingat waktu kami tidak begitu banyak. Hehe
 (Personil cowok berpose di dekat kawah Sikidang)
 (Ini personil ceweknya)
 (Semua personil foto bareng... hahaha)
(Kalo ini di bukit deket kawah Sikidang)

Dari kawah Sikidang, kami langsung menuju ke bukit Sikunir (Ini nih yang ditunggu-tunggu). Bukit Sikunir adalah bukit yang letaknya di desa tertinggi di Dieng. Lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi kawah Sikidang, hanya saja jalan menuju ke desa lumayan sulit. untuk masuk ke sana cukup merogoh kocek sekitar 10ribu untuk setiap orang, itu sudah termasuk biaya masuk dan parkir (tapi nggak tau juga sih kalo sekarang. hehe). Saat kami sampai di sana (sore hari), kami langsung disuguhi sebuah danau yang view nya indah yang dikelilingi bukit-bukit. Kami langsung melihat pemandangan sekeliling danau dengan menggunakan perahu (60ribu sekali jalan. Harus pinter nawar tapi. Haha). Setelah itu kami langsung mendirikan tenda untuk bermalam karena kami baru akan mendaki ke bukit keesokan harinya.
Ini nih keindahan di Danau (yang saya tak tau namanya)




Singkat cerita, keesokannya sebelum subuh, kami mulai mendaki ke bukit. Butuh waktu kurang lebih setengah jam, itu jika jalnnya cepet ya. Sampai di atas bukit kami bersyukur karna cuaca bersahabat alias tidak berkabut, langsung deh pasang kuda-kuda untuk mengunggu munculnya golden sunrise yang menjadi sasaran kami. Saat cahaya oarange keemasan mulai muncul, kami bersiap-siap mengambil gambar di momen penting ini, agar tidak terlewatkan. Dan.... Subhanallah..... kami kagum ketika cahaya orange keemasan perlahan muncul. Begitu menawan, dan mempesona, mungkin inilah alasan mengapa dinamakan golden sunrise. Kami pun langsung mengabadikannya.
Setelah apa yang menjadi incaran kami telah didapat, sambil berfoto-foto kami menikmati susana dingin dengan dibalut indahnya pesona alam dari bukit Sikunir tersebut. Dari bukit itu kita dapat melihat kokohnya gunung Sindoro, dan pesona alam dieng yang terbentang luas. Setelah dirasa cukup dan puas, kemudian kami turun dari bukit dan mengemasi barang serta perlengkapan kami, kemudian pulang menuju Semarang.
 (Golden Sunrise yang menjadi idaman setiap orang)
 (Detik-detik munculnya golden sunrise)




 (Ini masih di bukit. Di belakang kami terlihat danau)
Bagaimana? Indah bukan... Semoga keindahan ini tetap lestari :-)
"Sebuah perjalanan memang menyenangkan, tapi rasa senang itu tidak akan kita dapat tanpa adanya berbagi rasa dengan kawan"

Itulah kisah singkat perjalanan kami dalam memburu golden sunrise di bukit Sikunir. Semoga menambah pengetahuan bagi kalian yang membacanya. 
#EdisiLatePostMei2014

0 Comments: